Direksi Cashlez saat RUPST & RUPSLB di Jakarta, 31 Mei 2022

JAKARTA, 31 Mei 2022 – Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi di sepanjang tahun 2021 memberikan dampak luas pada kegiatan ekonomi masyarakat. Terbatasnya kegiatan fisik menjadi kendala bagi aktivitas bisnis mulai dari skala mikro hingga besar. Di tengah situasi yang menantang ini, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (“Perseroan”) hadir memberikan solusi atas aktivitas transaksi dan pembayaran secara digital. Hal ini tentunya dapat memberikan manfaat berupa peluang baik bagi mitra usaha dan Perseroan sendiri.

 

Perseroan dengan merek dagang Cashlez menutup tahun buku 2021 dengan kinerja yang positif. Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 140,85 miliar. Angka ini tercatat meningkat sebesar 67,04% dari pendapatan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan ini pun berpengaruh terhadap laba kotor perusahaan di tahun 2021, dimana Perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp36,88 miliar meningkat 15,23% atau senilai Rp4,87 miliar dibandingkan laba kotor di tahun 2020 yang mencatatkan laba kotor sebesar Rp32,01 miliar.

 

“Perseroan telah mengambil beberapa langkah dan kebijakan untuk dapat mempertahankan kinerja positifnya di tahun 2021. Secara garis besar, strategi yang dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah memperluas kerjasama dengan berbagai partner dari berbagai segmentasi untuk mempermudah integrasi, menambahkan added value bagi para merchant dan melakukan investasi pada pembangunan berbagai infrastruktur penunjang.” ungkap Suwandi, Presiden Direktur Cashlez dalam Public Expose Tahun Buku 2021 yang dilaksanakan secara virtual pada hari ini, Selasa, 31 Mei 2022.

 

Sepanjang tahun 2021, Perusahaan menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang masih melanda hampir di seluruh belahan dunia. Situasi ketidakstabilan ekonomi ini sedikit banyak membawa dampak pada kinerja dunia usaha secara umum. Dunia usaha menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi dan risiko pelemahan daya beli masyarakat yang signifikan sehingga mempengaruhi permintaan atas barang dan jasa. Hal ini memicu timbulnya risiko, mulai dari penerapan langkah efisiensi hingga penutupan gerai atau bisnis dari beberapa merchant Perseroan. Penutupan bisnis atau gerai merchant, terutama mereka yang menggunakan solusi teknologi pembayaran dari Perseroan, menjadi kendala dan risiko terhadap kinerja operasional dan keuangan Perseroan. Oleh sebab itu, tahun 2021 Perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp8,68 miliar.

 

Meskipun demikian, Suwandi menegaskan, melalui optimalisasi peluang yang tersedia dan menjawab tantangan yang ada dengan meningkatkan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara digital di sepanjang tahun 2021, Perseroan berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis yang kuat, dengan berhasil meningkatkan jumlah merchant mencapai lebih dari 13.000 atau tumbuh sebesar 43,98% dari tahun sebelumnya.

Tahun ini perusahaan juga melakukan Perubahan Pengurus Perseroan. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan hari ini, telah diputuskan adanya penggantian pada posisi Komisaris, sehingga struktur Dewan Komisaris Perseroan menjadi:

  • Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen: Laurentius Firman Wiranata
  • Komisaris: Andi M. Andries

                                              

Prospek Usaha Tahun 2022

 

Sejalan dengan distribusi vaksin Covid-19 yang semakin meluas dan perekonomian yang berangsur-angsur menggeliat, masyarakat bersiap menghadapi era kebiasaan baru (new normal). Di era new normal terjadi perubahan pola transaksi di tengah masyarakat dimana akseptasi dan preferensi masyarakat akan transaksi non tunai serta sistem pembayaran digital semakin meningkat.

 

“Kami yakin bahwa permintaan terhadap solusi pembayaran digital akan semakin tinggi ke depannya. Dengan proyeksi pemulihan ekonomi Indonesia yang disertai komitmen Pemerintah untuk memperbaiki berbagai infrastruktur yang bisa memfasilitasi kemajuan ekonomi digital, kami meyakini akan lebih banyak UMKM Go Digital sehingga berdampak pada permintaan produk dan layanan berbasis teknologi digital yang ditawarkan oleh Perseroan. Hal ini sesuai dengan komitmen Perseroan untuk terus mendukung para UMKM untuk dapat menggunakan teknologi digital dalam sistem pembayaran usahanya” ujar Suwandi.

 

Suwandi menambahkan Perseroan optimis dapat menunjukkan kinerja yang lebih optimal dibandingkan tahun 2021 dengan menargetkan 10.000 merchant baru, peningkatan pendapatan sebesar 158 miliar dan melakukan pelatihan serta pengembangan digitalisasi pembayaran kepada 20.000 UMKM di tahun 2022.

 

Perseroan berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan pasar dalam setiap perumusan strategi usaha Perseroan. Selain itu, dalam rangka mewujudkan keberlangsungan Perseroan secara berkelanjutan, Perseroan terus melaksanakan penerapan 5 (lima) prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) yaitu prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kewajaran berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku di setiap lini usaha.

 

“Kami tetap berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik guna pencapaian kinerja Perseroan secara berkelanjutan. Direksi juga berharap bahwa Perseroan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia” tutup Suwandi.

Share : icon icon