Saat melakukan transaksi online, terdapat sejumlah istilah khusus yang sering digunakan dalam Sistem Payment Gateway. Memahami istilah-istilah ini penting untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana proses pembayaran elektronik berlangsung dengan aman dan efisien untuk kamu. Artikel ini akan membahas beberapa istilah kunci yang sering muncul dalam konteks Payment Gateway.

1. Merchant ID 
Isitlah pertama yaitu merchant ID, atau ID pelaku bisnis, adalah kode identifikasi unik yang diberikan kepada seorang pelaku bisnis atau penjual oleh penyedia layanan pembayaran atau bank. Setiap pedagang yang terlibat dalam transaksi online atau menggunakan Payment Gateway akan memiliki Merchant ID yang unik. Fungsi utama dari Merchant ID adalah untuk mengidentifikasi secara khusus setiap pedagang dalam sistem pembayaran.

Baca Juga:
Sediain Static QR, Dapat Notifikasi, Settlement Otomatis Ga pake Ribet!




2. Merchant Account
Merchant Account atau akun pelaku bisnis adalah jenis rekening bank khusus yang memungkinkan merchant untuk menerima pembayaran elektronik, terutama pembayaran dengan kartu kredit atau kartu debit. Merchant Account memfasilitasi transfer dana dari rekening pelanggan ke rekening pedagang setelah suksesnya transaksi.





3. Issuer
Mungkin istilah jarang kalian dengar, Issuer atau kata lain pemberi adalah lembaga keuangan, seperti bank atau lembaga penerbit kartu kredit, yang memberikan kartu kredit atau kartu debit kepada customer. Dalam konteks pembayaran elektronik, issuer bertanggung jawab atas penerbitan dan manajemen kartu kredit atau debit yang digunakan oleh pemegang kartu.

 

Baca Juga:
Buat Bisnismu Semakin Mudah dengan Menjadi Merchant Cashlez!







4. Settlement
Settlement pada konteks Sistem Payment Gateway merujuk pada proses penyelesaian atau penyelesaian keuangan yang melibatkan transfer dana dari rekening pemegang kartu dan issuer ke rekening merchant setelah terjadinya.  transaksi yang sukses. Ini adalah tahap akhir dari siklus transaksi pembayaran elektronik. Langkah-langkahnya meliputi pada beberapa proses yaitu Otentikasi dan PersetujuanCapturing transaksi dari rekening pemegang kartu dan siap untuk ditransfer ke rekening merchant, Pengiriman untuk penyelesaian yaitu informasi transaksi bersama dengan data lainnya dikirimkan ke sistem penyelesaian atau clearing.




Tahap selanjutnya yaitu Settlement, dana yang sesuai dengan nilai transaksi dikreditkan ke rekening pedagang oleh acquirer. Pada saat yang sama, dana yang diperlukan untuk menutup transaksi tersebut didebet dari rekening pemegang kartu oleh issuer. Terakhir Rekonsiliasi Keuangan, Setelah settlement, dilakukan proses rekonsiliasi keuangan untuk memastikan bahwa semua transaksi telah dihitung dengan benar dan bahwa dana telah ditransfer sesuai dengan catatan keuangan masing-masing pihak yaitu Penyedia Payment Gateway dan Merchant.



Proses settlement ini dapat berlangsung hampir secara instan atau memakan waktu beberapa hari, tergantung pada aturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh penyedia layanan pembayaran, bank, atau lembaga keuangan yang terlibat. Settlement yang efisien dan akurat merupakan bagian integral dari ekosistem pembayaran elektronik yang aman dan dapat diandalkan.


Baca Juga:
Cashlez Fasilitasi Layanan Pembayaran Outlet Pertama Sushiro di Indonesia

Share : icon icon