Pembiayaan perusahaan, yang dikenal sebagai Disbursement, merupakan suatu proses yang terkait erat dengan kegiatan akuntansi perusahaan. Dalam dunia transaksi sehari-hari, apabila kamu familiar dengan istilah Payment, maka disbursement sebenarnya memiliki konsep serupa, yakni pembayaran dalam konteks bisnis.

Mungkin kamu masih bingung kedua istilah tersebut, yuk simak pembahasannya lebih mendalam disini ya!

Baca Juga: 
Apa yang dimaksud dengan Merchant Discount Rate (MDR)?




Disburesement adalah? 

Dalam konteks perbankan, disbursement mengacu pada pencairan dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan dari rekening tertentu. Proses ini bertujuan untuk mengalokasikan dana ke berbagai keperluan seperti pembayaran vendor, biaya sewa gedung, akuisisi bahan baku, dan pembayaran gaji karyawan.

Istilah disbursement dalam dunia bisnis ini terbagi dalam 3 konsep, yaitu:

Pertama, Disbursement plan yaitu sebuah istilah merujuk pada dokumen yang merinci rencana penarikan dana dari rekening bank.

Kedua, Disbursement float, istilah yang sering ditemui dalam bidang akuntansi, mengindikasikan penundaan penarikan dana oleh pihak pembayar.

Ketiga. ada Disbursement fee yaitu biaya yang dikenakan untuk setiap pengiriman paket dari luar negeri ke Indonesia. Contoh disbursement ini sering terkait dengan perusahaan ekspedisi seperti UPS."

Adapun Jenis-jenis Disbursement dalam bisnis yang penting kamu ketahui nih.

 

Cash Disbursement Journal 
Sebuah dokumen yang dirancang untuk mencatat setiap aktivitas terkait pengeluaran. Pembuatan jurnal ini melibatkan penyusunan laporan arus kas, biasanya menggunakan spreadsheet atau aplikasi pembukuan keuangan lainnya.

Cash Disbursement
Pengeluaran tunai yang merujuk pada  pembayaran yang dilakukan secara langsung. Contohnya, ketika perusahaan melunasi tagihan karyawan yang sedang dalam perjalanan bisnis. Dalam situasi tersebut, akuntan akan melakukan pengeluaran tunai. Proses pembayaran ini biasanya dilakukan dengan cepat dan melibatkan jumlah uang yang relatif kecil.


Cash Receipt Journal 
Jurnal pembukuan ini memiliki fungsi berlawanan dengan jurnal pengeluaran tunai. Digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang melibatkan penerimaan kas perusahaan. Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan tunai tidak hanya terbatas. pada pembayaran tunai, kamu juga dapat menggunakannya untuk mencatat pendapatan dividen, penerimaan bunga, dan lainnya.

Sebagai organisasi komersial, perusahaan memiliki target untuk mencapai keuntungan. Dalam mencapai tujuan tersebut, terdapat aktivitas transaksi yang mencakup penjualan dan pembelian barang atau jasa. Transaksi ini memerlukan perpindahan uang yang cepat, mudah, aman, dan transparan. Hal ini dapat terwujud apabila perusahaan kamu menjalankan aktivitas disbursement dengan efektif dan tepat.




Jadi apa ya manfaat yang didapatkan dari Sistem Disburesement ini ? 


1. Transaskinya Cepat dan Praktis 
Disbursement adalah sistem yang memberikan keuntungan dalam hal pembayaran yang cepat dan efisien. Kamu dapat melakukan pembayaran ke berbagai tujuan secara simultan, sehingga kegiatan keuangan berjalan lancar.

2. Keamanan Bertransaksi
Pencatatan disbursement secara rutin membantu dalam merencanakan rencana pengeluaran pada periode selanjutnya. Kamu dapat memiliki perencanaan keuangan yang matang untuk setiap penggunaan dana perusahaan.

3. Proses back-up menjadi lebih mudah 
Dari divisi keuangan biasanya melakukan perekapan data keuangan secara menyeluruh sambil menyusun arsipnya. Backup data ini menjadi bagian dari upaya untuk menjaga transparansi penggunaan dana perusahaan.

Baca Juga: 
Saat Liburan Tiba, Bisnis-Bisnis Inilah yang Kebanjiran Pelanggan!

Share : icon icon