“Semoga lancar ya bisnisnya!” Kata-kata ini memang sering sekali Kamu dengar ketika Kamu memberi tahu orang-orang terdekat Kamu bahwa saat ini, Kamu sedang menjalankan usaha. Kedengarannya memang sederhana, bukan? Akan tetapi, bagi pemilik bisnis, tentu ucapan tersebut adalah doa yang akan selalu memberikan motivasi untuk terus berkembang.

 

Apalagi, terlepas dari apa jenis usaha yang Kamu jalankan, pastinya akan selalu ada tantangan atau hal tidak terduga. Maka dari itu, Kamu pun harus memiliki mental pantang menyerah dan membuat usaha Kamu dapat berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, Kamu harus melakukan introspeksi diri mengenai cara Kamu mengelola usaha. Nah, apabila Kamu mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnis, kelola prioritas Kamu melalui 5 cara berikut ini!

 

Apa yang dimaksud dengan pengelolaan prioritas (priority management)?

Jadi, priority management merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk fokus terhadap waktu dan sumber daya yang ia miliki sehingga ia dapat melaksanakan pekerjaan, tugas, maupun proyek yang diberikan. Ketika seseorang melakukan pengaturan terhadap prioritas yang ia miliki, mereka akan memberikan dampak positif terhadap proyek, orang-orang sekitar, serta pengalaman mereka dalam jangka panjang. Tentu saja, untuk memiliki pengelolaan prioritas yang baik, Kamu juga harus bisa mengatur waktu yang Kamu miliki.

 

5 Cara Mengelola Prioritas

Selain fokus terhadap waktu, Kamu juga harus menyesuaikan sumber daya, jadwal, serta hal-hal yang Kamu perlu lakukan jika Kamu ingin mengelola prioritas. Lantas, apa saja sih hal yang perlu kita perhatikan? Berikut ini penjelasannya!

1. Memahami tujuan perusahaan

Supaya pengelolaan prioritas bisa Kamu lakukan, pertama-tama Kamu perlu memahami dulu apa tujuan perusahaan atau bisnis yang Kamu dirikan. Setelah itu, barulah Kamu dapat mengelola prioritas bisnis. Karena terlepas dari seberapa berpengalaman dan produktif Kamu, Kamu tidak akan bisa menentukan prioritas secara tepat apabila Kamu tidak memahami, apa hal yang penting bagi bisnis Kamu.

2. Buat budaya kerja tim selaras dengan visi perusahaan

Setelah Kamu paham betul apa visi perusahaan, maka kini tugasmu ialah mengarahkan staf agar kinerja mereka selaras dengan visi perusahaan. Lantas, bagaimana caranya? Kamu perlu memperkenalkan serta memastikan bahwa setiap anggota tim memahami rencana stragtegis perusahaan. Maka dari itu, kamu pun juga perlu melakukan komunikasi secara berkala dan jelas.

3. Buat standar operasional bisnis

Agar setiap urusan bisnis dapat berjalan dengan efektif, Kamu harus menerapkan terlebih dahulu Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Dengan begitu, seluruh tim bisa melaksanakan tugas-tugasnya tanpa membuang-buang waktu dengan percuma. Ketika ada proyek baru, mereka juga akan langsung memahami, dari mana mereka harus memulai pekerjaan tersebut.

4. Motivasi anggota tim untuk membuat prioritas

Pernah dengar 4 kuadran prioritas dari Stephen Covey? Jadi, ketika sedang melaksanakan tugas, Kamu dan tim harus membaginya ke dalam empat jenis skala prioritas. Keempatnya ialah:

  1. penting dan mendesak
  2. penting dan tidak mendesak
  3. tidak penting dan mendesak
  4. tidak penting dan tidak mendesak

Pastikan Kamu dan tim selalu melakukan tugas dan pekerjaan yang ada pada kuadran pertama dulu ya!

5. Buat evaluasi

Setelah Kamu menentukan tujuan-tujuan di dalam sebuah tim dan mengetahui mana yang diprioritaskan, maka kinerja tim sudah bisa dimulai. Sebagai seorang pemimpin, pastikan Kamu juga selalu memantau perkembangan di dalam sebuah tim serta memberikan feedback dan penyesuaian apabila dibutuhkan. Misalnya saja saat tim Kamu masih kesulitan untuk memasukkan laporan penjualan secara manual, Kamu dapat beralih ke Cashlez. Jadi, laporan penjualan akan tercatat secara otomatis dan bisa dipantau di dashboard Cashlez Reporting!

 

Pengelolaan prioritas bukan hanya membuat Kamu untuk meningkatkan efektivitas bisnis, tetapi juga belajar menghadapi bermacam-macam hal tidak terduga yang dapat muncul. Dan ingat, setiap pelaku usaha tentunya akan mengatur prioritasnya dengan cara yang berbeda-beda. Apa yang cocok untuk pelaku usaha lain, belum tentu cocok untuk Kamu. Jadi, pahami dulu karakteristik bisnis Kamu ya!

Share : icon icon